something old…something new…

hanya ingin ada di sini dan sesekali berarti

Saudaraku, Tidakkah Kita Semakin Yakin dan Bersyukur Menjadi Bagian dari Umat Islam?

urlS

Qatadah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwasannya “Musa berkata: “Wahai Rabbku, sesungguhnya aku mendapati dalam luh-luh Taurat ada sebuah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Wahai Rabbku, jadikanlah umat tersebut adalah umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad (maksudnya adalah umatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam).”

Musa berkata: “Wahai Rabbku, aku dapati di luh-luh Taurat ada sebuah umat yang termasuk umat yang paling akhir penciptaannya, namun paling awal masuk surga. Wahai Rabbku, jadikanlah umat tersebut adalah umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad.”

Musa ‘alaihissalam: “Wahai Rabbku, aku dapati di luh-luh Taurat ada sebuah umat yang injil-injil mereka (maksudnya adalah wahyu-wahyu Allah) berada di dada mereka yang senantiasa mereka baca. Sebelumnya mereka membaca kitab mereka dengan melihat kitab tersebut. Hingga pada saatnya kitab tersebut diangkat, maka mereka tidak hafal sedikitpun dan tidah mengetahui apa-apa. Kemudian Allah mengaruniakan hafalan pada diri mereka sebagai bentuk penghormatan atas diri mereka yang tidak diberikan kepada umat yang lain.” Musa melanjutkan: “Wahai Rabbku, jadikanlah ia umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad.”

Musa ‘alaihissalam: “Wahai Rabbku, aku dapati di luh-luh Taurat ada sebuah umat yang beriman kepada kitab yang pertama dan kitab yang terakhir. Mereka memerangi sisa-sisa kesesatan hingga akhirnya mereka pun memerangi si buta yang pendusta (maksudnya adalah Dajjal). Jadikanlah ia umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad.”

Musa ‘alaihissalam berkata: “Wahai Rabbku, aku dapati di luh-luhTaurat ada sebuah umat yang shadaqah-shadaqah mereka dibolehkan mereka makan sekaligus mereka mendapatkan pahala atas hal itu. Padahal umat-umat sebelumnya, apabila bershadaqah dan Allah menerimanya, maka Allah mengirim api yang membakarnya. Namun bila Allah menolak shadaqah tersebut maka Allah membiarkannya hingga dimakan binatang buas dan burung. Allah mengambil shadaqah dari kaum kaya untuk diberikan kepada kaum miskin.” Musa melanjutkan: ”Wahai Rabbku, jadikanlah ia umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad.”

Musa ‘alaihissalam berkata: “Wahai Rabbku, aku dapati di luh-luh Taurat ada sebuah umat yang apabila salah seorang dari mereka berniat melakukan kebaikan dan belum mereka lakukan maka ditulis baginya satu kebaikan. Dan bila ia laksanakan niat tersebut maka ia mendapatkan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat kebaikan.” Musa melanjutkan: “Wahai Rabbku, jadikanlah ia umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad.”

Musa ‘alaihissalam berkata: “Wahai Rabbku, aku dapati di luh-luh Taurat ada sebuah umat yang dapat memberi syafa’at dan mendapatkan syafa’at. Jadikanlah ia umatku.” Allah Ta’ala berfirman: “Itu adalah umatnya Ahmad.”

Qatadah menyebutkan: “Disebutkan kepada kami bahwa Musa ‘alaihissalam melempar luh-luh Taurat. Kemudian ia berkata: “Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari ummatnya Ahmad.”

(H.R. Bukhari Muslim)

Wahai kawan, Nabi Musa saja menginginkan agar dimasukkan dalam umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana dengan kita? Tidaklah perlu kami banyak berkata-kata. Kefakiran kami dalam ilmu nantinya malah merusak keindahan risalah di atas. Maka, mari sejenak mamaknainya.

“Aku adalah penghulu (awal) anak Adam pada hari Kiamat dan aku tidak berbangga diri,” (H.R. Bukhari)

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran: 110)

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah  yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.” (H.R. Muslim).

Thanks to amer for giving me this such beautiful story

Source :

Al Qur’an

Kisah Nabi dan Rasul karya Ibnu KatsirImagelam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 14, 2012 by in Al Islam and tagged , .
%d bloggers like this: