something old…something new…

hanya ingin ada di sini dan sesekali berarti

ketika cinta merindu

love-is-you-love-30949107-960-854Perkenankanlah  kami bercerita, tentang perasaan yang tak bisa tergambar seperti apa wujudnya, ia adalah nikmat hidayah.  Orang bilang tunggu hidayah dulu untuk melakukan amalan yang menurut-hawa nafsu.pent-nya sulit dilaksanakan. Tapi taukah sahabat? Kita bisa menjemput hidayah itu, tentu dengan usaha mencarinya, bukan menjauh, dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah bukan statis pada keadaan yang sama , seperti  dalam ayat favorit teman-teman pencari hidayah dalam surat Al Ankabut ayat 69

سُبُلَنا لَنَهدِيَنَّهُم فينا جٰهَدوا وَالَّذينَ

 “walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa”

Yang artinya “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami…’

Simpelnya makin tinggi usaha kita mencari petunjuk Allah, makin tinggi pula kemungkinan kita mendapat hidayah. Bi-idznillah. Jadi kalau usahanya setengah-setengah, atau bahkan seperempat, yah bisa dijawab sendiri kan.. Tapi jangan patah semangat, masih ada kesempatan insya Allah untuk memburu hidayah itu. Apalah yang kita cari dalam hidup ini selain keridhaan Allah?

Sahabat, apakah saat ini kau sedang merasa bahagia seperti yang kami rasakan? Kami tidak sedang membicarakan IP yang tinggi, gadget baru atau liburan bersama teman-teman, meski hal tersebut sangat pantas untuk kita syukuri. Tapi rasa bahagia ini lebih dari itu. Ya, bahagia itu di sini, di dalam hati, bahagia yang tak bisa dinilai dengan nominal sebanyak apapun.

Kebahagiaan itu adalah Allah jadikan hati ini lebih lapang dengan syari’at-Nya. Allah jadikan diri ini lebih tenang dengan apa-apa yang Dia janjikan, kehidupan yang kekal, akhirat. Meski di dunia kita merasa asing, berbeda dengan pandangan kebanyakan orang, berbeda dalam hal yang nampak remeh sekalipun, entah itu cara berpakaian, bergaul dan lainnya, tidaklah sepantasnya membuat kita goyah di jalan kebenaran yang telah kita pilih. Cukup bagi kita Allah, Dzat yang tiada pernah menyalahi janji.

Kebahagiaan  itu adalah Allah kumpulkan diri ini bersama orang-orang sholih yang mana hanya dengan melihatnya saja-sesama jenis.pent-maka teringatlah kita akan akhirat, yang tutur katanya penuh nasihat, yang tindak tanduknya memberi teladan dan membuat malu sendiri karena  belum bisa sebaik mereka.

Teringat pula perkataan Ibnul Munkadir rahimahullah yang mengatakan “Di dunia ini tersisa tiga kelezatan, yaitu 1. Shalat jama’ah 2. Shalat malam 3. Bertemu saudara seiman”

Masya Allah, sama sekali tidak disebutkan satupun gemerlap dunia yang sesaat dan melenakan, entah itu jalan-jalan ke mall, nyanyi-nyanyi joged-joged gitaran, nonton film, pacaran atau aktivitas nirfaidah semisalnya. Sungguh aktivitas tersebut sejatinya hanya semu, sesaat dan akan segera berakhir, yang mungkin tidak terpikir oleh kita, apakah aktivitas-aktivitas tersebut menambah timbangan amal baik kita di hari penimbangan nanti? Atau justru sebaliknya?

Waktu sungguh cepat sekali berlalu kawan, adakah yang bisa menjamin esok hari kita masih hidup di dunia ini? Maka, mari sibukkan waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk cita-cita dunia sebagai penunjang cita-cita akhirat, tidak semata kepuasan diri dan terlebih cita-cita akhirat itu sendiri yang insya Allah berbuah surga.  Teringat akan janji Allah dalam surat An Nazi’at ayat 40 dan 41

.الْمَأْوَى هِيَ الْجَنَّةَ فَإِنَّ.الْهَوَى عَنِ النَّفْسَ وَنَهَى رَبِّهِ مَقَامَ خَافَ مَنْ وَأَمَّا

“wa amma man khoofa ma qooma robbihii wa nahannafsa ‘anil hawaa fa innal jannata hiyal ma’waa”

Yang artinya “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”

Sekali lagi bukan lah kami merasa lebih sholih atau lebih berilmu dari sahabat sekalian. Tidak. Bukan itu, melainkan kami menginginkan kebaikan yang Allah izinkan kami untuk sedikit mencicipinya, pula dirasakan oleh sahabat semua. Terlebih sebagai pengingat bagi diri kami yang teramat lemah ini.

Sahabat, ingin pula kami ceritakan tentang mereka yang telah mendahului kami dalam ilmu dan amal. Kami sebenarnya malu jika melihat kesholihan mereka, malu karena masih kalah jauh dengan mereka. Kami belajar tentang rasa takut, cinta dan harap mereka pada Sang Pemilik kehidupan. Ketenangan mereka dalam menunaikan ketaatan demi menyenangkan Rabbnya meski sering dipandang sebelah mata atau cibiran atau bahkan tatapan yang menganggap aneh penampilan mereka.

Ahh, tidak perlu kami ceritakan di sini, kami tak mau merusak hati mereka dengan berlebihan memuji mereka. Kami hanya ingin sahabat sekalian ikut bahagia memiliki saudara yang seperti penjual minyak wangi, jika kita tidak membelinya, setidaknya kita terkena wanginya. Bukan seperti pandai besi yang bila kita tidak sampai terbakar, setidaknya kita terkena bau hangus. Maka jika sahabat menemui saudara seiman yang secara zhahir dan akhlak menampakkan ketaatan pada Allah, maka segera datangi mereka, bergaullah dengan mereka, belajarlah bersama mereka, belajar tentang hakikat kehidupan kita di dunia ini. Insya Allah, perlahan tapi pasti, kalian akan temukan kebahagiaan itu.

Maka kami katakan, tak ada alasan untuk tidak mencintai mereka, seperti kata Imam Ibnul Mubarak rahimahullah “Aku membenci ahlul maksiat meski aku lebih hina dari mereka dan aku mencintai orang sholih meski aku belum termasuk di dalamnya”

Begitulah sahabat, kami mencintai mereka, ingin terus bersama mereka, tak ingin lepas dari mereka.. di dunia dan akhirat, bersama di surga-Nya, insya Allahu Ta’ala

الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ

“teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang orang yang bertakwa .” (Q.S. Az Zukhruf:67)

 

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًامَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“..dan (Allah) Dialah Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S. Al Anfal: 63)

 

nb: judul artikel diambil dari judul buku “Ketika Cinta Merindu” karya Ustadz Ali Ahmad hafizhahullahu Ta’ala

ditulis oleh Adh Dhoo’ifah ilaa Robbiha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 23, 2013 by in heart2heart, Life is here, tentang perempuan, They are L-O-V-E and tagged , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: