something old…something new…

hanya ingin ada di sini dan sesekali berarti

KIPRAH MUSLIMAH DI KAMPUS (copast makalah KISMIS 3)

proxyPendahuluan: Kedudukan mulia wanita di dalam Islam

 

Saudariku yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, agama Islam adalah agama yang sempurna dari seluruh sisinya. Allah Ta’ala berfirman dalam kitabNya yang agung:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku sempurnakan nikmatKu kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu. ” (QS Al Maidah:3)

Maka Islam tidaklah luput dari pembicaraan dan pengaturan yang sempurna tentang hak-hak wanita. Bahkan Islam sangat memuliakan wanita, dan seluruh aturan syari’at tentang wanita bersumber dari pemuliaan dan penjagaan Islam terhadap hak-hak dan kehormatan wanita yang sangat besar dan agung di dalamnya.

Diantara bentuk pemuliaan Islam pada wanita:

  • Bayi: dilarang membunuh/mengubur hidup-hidup bayi perempuan. Bayi perempuan juga ditekankan untuk diaqiqahi.
  • Anak perempuan: wajib mendidik dan bergaul dengan baik dengan anak-anak perempuan, dan Allah Ta’ala menjanjikan surga bagi mereka yang menunaikannya.
  • Anak gadis: wali diharuskan menikahkan anak perempuannya dengan lelaki yang baik agama dan akhlaknya agar mampu menjaga dan memuliakan wanita tersebut, dan wanita ditanya kesediaannya, dan boleh menolak jika ia tidak menginginkannya.
  • Istri: kewajiban mahar dan nafkah bagi suami, dan perintah Allah Ta’ala untuk bergaul dengan para istri dengan cara yang ma’ruf.
  • Ibu: Orang yang paling didahulukan dalam menerima bakti seorang anak. Hak-haknya sering digandengkan dengan hak-hak Allah Ta’ala.
  • Janda: barangsiapa yang mencari nafkah untuk para janda dan orang miskin pahalanya sebagaimana jihad fi sabiilillaah. Janda wafat berhak atas hak waris, sebagaimana anak-anak perempuan juga berhak atas hak waris.

Syari’at hijab, larangan bersafar sendirian, larangan tabarruj dan berbicara dengan lemah lembut dengan lelaki yang bukan mahram, dan perintah untuk melazimi rumahnya, seluruhnya bermuara pada penjagaan Islam akan kemuliaan dan kehormatan wanita.

Allaah Ta’ala berfirman dalam KitabNya yang agung:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum mukminin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzaab:59)

 

Kiprah Muslimah di Kampus

 

Akhwatii fillaah, rahimanii wa rahimakunnallaahu jamii’an,

Keberadaan muslimah di kampus-kampus, disamping menuntut ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu agama, tentunya tidak lepas pula dari interaksinya dengan sesama komponen kemasyarakatan di kampus. Terlebih lagi, kampus dikenal sebagai wadah aktualisasi diri bagi mahasiswa, dimana mereka mulai menapak cara pembelajaran dewasa, dan beraktivitas demi kemaslahatan masyarakat. Dan ketahuilah Saudariku, rahimakunnallaahu jamii’an, diantara kesempurnaan dan keindahan Islam, bahwasanya syari’at agama ini telah mengatur pula interaksi tersebut dalam rangkaian adab-adab mulia yang jika seseorang bersungguh-sungguh untuk menerapkannya dalam kehidupan kesehariannya demi mencari wajah Allah Ta’ala semata, maka ia akan meraih kemuliaan dan kecintaan dari Rabbnya, kemudian dari makhluk Rabbnya. Insya Allaah, pembahasan selanjutnya adalah mengenai cara berinteraksi antara muslimah dengan lingkungannya di kampus.

 

Pergaulan muslimah di Kampus

 

– Dengan para Pendidiknya

Islam adalah agama yang adil dalam menempatkan posisi seseorang dan memberikan haknya sesuai posisi itu. Para pendidik atau guru adalah modal utama seorang pelajar untuk mendapatkan ilmu dan pemahaman yang baik. Para pendidik tersebut telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk memberikan ilmu kepada para pelajar, yang tidak akan bisa dihargai dengan materi semata. Terlebih lagi jika mereka adalah pendidik sekaligus teladan yang senantiasa menjadi inspirasi dan pendorong muridnya untuk menjadi lebih baik, sehingga wajib untuk dihormati dan diberikan hak-haknya dalam Islam.

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Siapa yang telah berbuat baik kepada kalian maka balaslah kebaikannya. Apabila kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas budi kepadanya, maka do’akanlah (memohon kebaikan) untuknya sehingga kalian berpendapat seolah-olah telah membalas budinya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i, Al Bukhari dalam “Al Adabul Mufrod”. Shahih)

Diantaranya adab yang hendaknya ditunaikan seorang muslimah, seorang pelajar, terhadap guru-gurunya adalah:

  • Bersyukur kepada Allaah Ta’ala, kemudian berterima kasih kepada gurunya atas ilmu yang diperolehnya, baik dengan lisan maupun perbuatan.
  • Berbicara dan bersikap santun terhadap para guru, menampakkan kebutuhan akan penjelasannya, mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak menampakkan kebosanan meski sudah merasa tahu akan materi yang dibahas, tidak memotong pembicaraannya, dan menghindari berbicara saat ia sedang berbicara di depan.
  • Bertanya dengan santun dan tidak membantah guru, terlebih di hadapan orang banyak
  • Berusaha meluruskan kesalahan guru dengan santun, misalnya dengan bertanya dengan baik hingga guru menyadari kekeliruannya dan tidak melakukannya di hadapan orang banyak.
  • Memberi salam terlebih dahulu kepada guru dan memuliakannya, misalnya dalam memasuki ruangan atau sejenisnya.
  • Bersabar atas sikapnya yang tidak mengenakkan dan tidak menggunjingnya.
  • Mendo’akan kebaikan baginya dan keluarganya jika ia seorang muslim, boleh mendo’akan hidayah jika non muslim.
  • Bersilaturahim untuk guru muslimah.

 

– Dengan sesama muslimah…

Diantara adab bergaul dengan sesama muslimah adalah:

  • Memilih teman bergaul terbaik dan menghindari yang buruk, tanpa memutus silaturahim.
  • Mencintai sesama muslimah karena Allah Ta’ala.
  • Menyebarkan salam dan bermuka cerah saat bertemu dan berjabat tangan.
  • Saling menasihati dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran sedapat mungkin dengan hikmah dan lemah-lembut.
  • Membantunya jika ia membutuhkannya, dan yang terbaik adalah membantu sebelum Saudari kita memintanya.
  • Menyebarkan kebaikannya dan menutupi aibnya.
  • Menasihati secara personal
  • Bersabar atas gangguannya, dan tidak hasad terhadap kenikmatan yang diperolehnya.
  • Menghindari majelis-majelis ghibah, dusta, tabarruj, ikhtilath dan sejenisnya.

 

– Dengan sesama muslim (lawan jenis)…

Ketahuilah Saudariku, bahwasanya sudah menjadi sunnatullaah bahwasanya lelaki itu mudah tergoda oleh wanita. Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda:

“Aku tidak meninggalkan sesudahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki melebihi bahayanya para wanita.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Sehingga sudah sepatutnya bagi para wanita untuk memperhatikan hal ini demi menjaga diri dan masyarakatnya.

Diantara adab bergaul dengan lawan jenis adalah:

  • Menundukkan pandangan Allaah Ta’ala berfirman dalam QS AN Nuur:31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka….” (QS An Nuur:31)

  • Menghindari ikhtilath dan khalwat apalagi pacaran sedapat mungkin. Allaah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an al Kariim:

“……..Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS Al Ahzaab:53)

Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah berkumpul laki-laki dengan perempuan melainkan setan menjadi orang yang ketiga.” (HR. Muslim).

  • Berbicara seperlunya tanpa melemah-lembutkan suara Allaah Ta’ala berfirman dalam KitabNya yang mulia:

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS Al Ahzab:32)

  • Membatasi komunikasi yang tidak perlu, sebagai bentuk menutup celah menuju komunikasi yang lebih intens.

 

– Dengan non-muslim…

Dalam lingkungan kampus yang heterogen, kita tentu akan bergaul dengan para pemeluk agama selain Islam. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka :

 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan musuhKu (Allah Ta’ala) dan musuhmu sebagaii teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad) karena rasa kasih sayang, padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu……” (QS Al Mumtahaanah:1)

Dan firmanNya Ta’ala:

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama, dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al Mumtahaanah:8)

Berikut ini beberapa hal yang perlu kita perhatikan, dalam pergaulan dengan mereka:

  • Tidak menjadikannya sahabat karib dan tidak mencintainya.
  • Bergaul dengan baik, tanpa mendahului mengucapkan salam atau mendo’akan rahmat saat mereka bersin.
  • Tidak menjadikannya sahabat akrab dan karib.
  • Tidak boleh mengganggu atau menyakitinya tanpa sebab yang dibolehkan agama.
  • Tidak boleh mencela tuhan-tuhan mereka terang-terangan.
  • Mendakwahi semampunya dan mendo’akan hidayah bagi mereka.

 

Kiprah muslimah dalam organisasi kampus

 

Sebagaimana Islam telah mengatur hak-hak hakiki muslimah, Islam juga telah mengatur muamalahnya dengan masyarakatnya untuk mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan bagi diri dan umatnya. Islam sangat menganjurkan tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, dan mencegah dari tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Maka ketika seorang muslimah menemukan wadah untuk mewujudkan perkara yang baik ini, tidaklah mengapa ia bergabung di dalamnya dan berusaha memberikan manfaat kepada masyarakatnya melaluinya, sepanjang tidak melanggar rambu-rambu aturan muamalah bagi muslimah dalam Islam, yakni:

  • Tidak bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahromnya.
  • Tidak ada unsur bersendirian dengan lelaki yang bukan mahromnya.
  • Tidak mengandung unsur pengurangan pada kemuliaan wanita, seperti turunnya ia ke jalan-jalan di hadapan masyarakat umum sehingga menjadi tontonan, dan menyalahi tuntunan syari’at, seperti melakukan celaan kepada penguasa negara,
  • Hendaknya berhubungan dengan kemaslahatan sesama muslimah.
  • Hendaknya tidak melalaikan dari tujuan utamanya berada di kampus dan dari melaksanakan amanah kedua orangtuanya.

Demikianlah sekelumit dari bimbingan Islam kepada para muslimah dalam menjalani kehidupannya, termasuk di kampus. Tidaklah ada dalam kebaikan di dunia maupun di akhirat melainkan telah diperintahkan di dalam Islam, dan tidaklah ada keburukan bagi dunia maupun akhirat seseorang kecuali telah dilarang di dalam Islam.

Wallaahu Ta’ala a’lam. Wa shallallahu’ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

******

Yogyakarta, 25 Dzulqa’dah 1433 H

dr.  Ika Kartika Sari

 

Sumber rujukan:

(1)  Al Qur’an Al Kariim dan terjemahnya. Departemen Agama RI.

(2)  “Adab Bergaul, Agar Dicintai Allah kemudian Dicintai Manusia.” Fariq bin Gasim Anuz. Cet. II. 1425 H. Jakarta: Darul Falah

(3)  “Fatwa-fatwa Wanita dan Keluarga.” Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin. Cet.I. 2005. Jakarta:    Darus Sunnah Press.

(4)  ”Fiqih Adab”. Fuad bin Abdil Aziz Asy Syalhub. Cet. I. 1428 H. Jakarta: Griya Ilmu

(5)  “Syarah Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu.” Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Cet.I. 1426 H. Jakarta: Pustaka Imam Asy    Syaafi’i.

(6)   “Pemuliaan Islam terhadap Wanita.” Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr. Transkrip ceramah beliau dengan judul yang sama, diunduh dari http://www.al-badr.net

(7)  http://www.islamqa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: