something old…something new…

hanya ingin ada di sini dan sesekali berarti

Sejatinya wanita…

TRANSKRIP CERAMAH UMMU QONITA “KIPRAH MUSLIMAH DI KAMPUS” (I)

Muqoddimah tentang Kedudukan Mulia Wanita di dalam Islam

(‘afwan, sedikit tertinggal di menit-menit awal, bisa sambil menyimak makalah KISMIS 2)

Ibu. Kepada siapa kita harus berbakti pertama kali? Ummuka ummuka ummuka tsumma abuka kemudian yang terdekat yang terdekat, ya? Ibu dulu tiga kali, baru kemudian ayah. Bagaimana Islam begitu meninggikan posisi wanita. Kemudian haram berbuat durhaka pada orang tua.

Yaa, Kemudian selanjutnya ketika menjadi nenek. Kita lihat dalam struktur masyarakat Islam seorang nenek itu sangat dihormati ya. Selain karena beliau Ibu, dihormati juga karena usianya sudah sepuh, dihormati, didengar pendapatnya, seorang cucu itu berlaku kasih sayang. Semua disyariatkan di dalam Islam.

Kemudian bagi janda, bagi mereka yang sudah menjanda misalnya, tidak menemukan pendamping hidup, maka dalam salah satu hadits yang dibawakan oleh salah seorang ulama kita Syaikh Abdurrozaq, di sini beliau dalam ceramahnya mengatakan, dalam salah satu hadits dikatakan

“Barangsiapa yang menafkahi para janda dan orang miskin, itu bagaikan berjihad fii sabilillah”.

Maksudnya tidak menikahi ya, tapi dia menafkahi. Misalnya tetangganya ada tetangga laki-laki punya tetangga janda, dia dapat uang dipakai tetangganya, tanpa ada hubungan apa-apa, maka pahalanya bagaikan jihad fii sabilillah.

Kemudian pada saat wafatnya, seorang wanita itu tidak sembarang bisa melihatnya, yang memandikan itu disyaratkan kalau bisa suaminya ya suaminya, karena tidak ada aurat antara suami dan istri ya, tidak ada penutup. Kemudian, kalau misalnya tidak bisa, maka disyaratkan wanita-wanita yang amanah karena pada saat itukan akan terbuka auratnya ya, pada saat si mayit tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Maka disyariatkan wanita-wanita yang amanah. Kemudian kain kafannya berapa? Kalau wanita berapa? Sekitar lima ya, yang banyak kita dengar pendapatnya. Laki-laki berapa? Sekitar tiga aja ya, bahkan satu pun mungkin bisa kalau untuk laki-laki meninggalnya pada saat jihad di medan perang, tidak ada baju lain.

Lihat, bagaimana Islam tetap berusaha menutupi dan menjaga wanita? Kalian berusaha dijaga sebaik mungkin, permata yang sangat berharga, sayang sekali untuk diumbar (T.T).

Kemudian, itu dari segi tahap-tahapan kehidupan ya, kalau misalnya dari segi pemuliaan dari sisi syari’at, kita dapati ada syari’at hijab untuk wanita, laki-laki ndak ada ya, meskipun laki-laki gantengnya gimana, mereka ndak disyari’atkan pakai hijab, ya? Tetep ndak bisa, itu khusus untuk perempuan, maaf..

Kemudian safar, ketika safar, wanita disyariatkan bersama mahramnya, kemudian harus berbicara tegas dengan nonmahramnya, kenapa? Kita lihat nanti. Kemudian menetap di rumahnya, sebaiknya menetap di rumahnya, dan yang terakhir tidak boleh bersendirian, yaitu berkhalwat dgn laki-laki, berduaan saja dgn wanita, itu dilarang dalam agama kita.

Kenapa? Ada yang tau semua larangan khusus ini? Mungkin masih banyak lagi sebenarnya, ini cuman sekelumit. Ada yang tau untuk apa diterapkan syariat ini?

Jawabannya semua bermuara pada penjagaan kehormatan dan kemuliaan seorang wanita.

Kita akan lihat sendiri nanti, melihat di masyarakat, seperti apa pandangan masyarakat, masyarakat yang sholeh ya, kalau masyarakatnya sudah masyarakat yang rusak, maka kita tidak bisa mengambil pendapat dari masyarakat yang rusak itu. Kalau misal masyarakatnya pemabuk, atau masyarakat yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka bagaimana kiat bisa mengharapkan mereka menghargai syariat ini. Akan tetapi bagi masyarakat yang baik, masyarakat yang masih mengenal fitrahnya, mereka akan mengakui bahwasannya

BENAR, wanita yang dihijab, wanita yang ditutupi, kemudian wanita yang bersafar dengan dilindungi mahramnya, wanita yang tidak sembarang mata bisa memandangnya, kemudian wanita yang tidak mudah diajak bergaul dengan laki-laki, itu adalah wanita yang terhormat (T.T).

Laki-laki yang normal, ketahuilah, ini adalah psikologi dari laki-laki. Jadi laki-laki itu meskipun mereka di luar kesannya melihat wanita-wanita yang cantik dan mereka kagum dan mungkin mereka menjadikannya pacar, tapi bukan berarti mereka mau menjadikannya istri,

tetap, di dalam batin mereka, mereka tidak mau wanita-wanita yang  mudah disentuh itu dijadikan istri, tidak, mereka tetap mencari wanita yang terhormat,

dan ketika mereka melihat wanita seperti itu, mereka sebenarnya punya rasa takut untuk maju tapi juga berkeinginan untuk memiliki istri seperti itu. Yakinlah, ini sudah terbukti dalam studi psikologi.

Meskipun laki-laki seburuk apapun, tidak akan mau sebenarnya dengan wanita yang, istilahnya kaasiyatun ‘aariyat (berpakaian tapi telanjang).

Baik, setelah kita lihat tentang bagaimana Islam memuliakan wanita, bagaimana Islam sangat menjaga wanita, maksud kami itu menjadi dasar untuk kita berpijak selanjutnya melihat bagaimana Islam mengatur kondisi muslimah di kampusnya. Setelah menyadari bahwasannya Islam agama yang sempurna, tujuan syariat Islam adalah memuliakan wanita, maka ketika kita melihat adab-adab dalam Islam, melihat aturan-aturan dalam Islam yang mungkin di dalam hati masih terbersit keraguan atau mungkin masih, “Kok kayak gitu sih? Kok sampai seketat itu sih, dan seterusnya. Setelah melihat tujuan yang tadi, kami harap itu bisa menjadi sedikit pembuka untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

(dengan perubahan seperlunya. Insya Allah bersambung)

***9e0d3b410f8ecec0c675cbfb062bdc51

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: